Kamis, 17 Mei 2012

kehilangan



Lukas Gentara

Di hadapan malam ini, yang penuh dengan pratanda dan bintang. Untuk pertamakalinya aku merasakan benar-benar kehilangan. Kau!


Aku yang kini merasa paling sendiri, paling sepi, paling sunyi, berdiri di tempat paling nyeri. Kehilanganmu seperti kehilangan separuh hidup.


Seperti pemain drama linglung di panggung. Lupa nama lupa peran, lupa adegan. Lupa skenario, lupa kembali menjadi diri sendiri.
...


Ah, baiklah. Supaya semuanya lekas berakhir maka kupersingkat saja. Memang Aku yang salah... Mengartikan.


Kenyataan adalah mimpi yang kosong. Seperti harapan yang berakhir menjadi sebuah lelucon yang tidak lucu.

ayah


Ayah
Ayah....
Betapa berat beben yang harus engkau pikul
Betapa banyak ingin ku yang engkau kasih...
Betapa letih tulang mu demi senang ku..
Ayah,,,adakan ampunan mu buat ku...
          Besar harapan mu ayah...
          Yang tak kan mungkin ku musnahi...
ku akan berjuang buat mu ayah...
kan ku gapai angan ku yang ku gantung di langit
kan ku raih rembulan ku...
supaya kelak ayah tak punya beban melepas ku
kan ku gapai apa yang ayah harapkan buat ku...
aku sayang ayah...aku sayang ibu...
q ingin ayah,,,,melihat senyum tampa ada beban di benak mu
q ingin tak ada yang melihat mu rendah ayah...
q ingin roda kehidupa ayah berada di atas...
supaya aku bisa melihat ayah bahagia...
sangat bahagia...
          ayah,,,doa kan aku untuk bersama sang rembulan
          walau sangat mustahil...
          namun aq ingin....walau bukan rembulan,,,,
          tapi aku bisa dengan sang bintang...
          karna itu bahagia ku,,,
dan pasti itu juga bahagia mu ayah....
amin...




ibu

Ibu....
Kau bagai kan pelita dalam kegelapan
Kau bagai kan cahaya yang tak henti memberikan cahaya terang...
Engkau yang selalu memberi kan q menjadi berarti
Dan pengorbanan mu yang tak bisa q bayar dengan apapun.
          Ibu....maaf kan aku jika q ada dosa
          Ampuni aku jika ku pernah membuat mu kecewa
          Tuhan..... engkau yang maha mengetahui
          Jaga lah dia ya allah,jangan ambil dia dari hidup ku
          Izin kan dia untuk selalu disisi q tuhan..
          Berikan sehat buat orang tua ku..
Ibu...
Tak bisa q bayang kan betapa besar sayang mu pada q
Tak pernah q menyangka....
Betapa besar nya pengorbanan mu buat q
Seperti matahari yang berikan cahaya terang
Tampa pernah minta bayaran...
Oh ibu...Ma’af kan aku.....
Bila ingin ibu selalu tertunda demi ingin q
Haruskah ku teteskan air mata untuk itu ibu,,,
Tubuh mu lelah demi cita-cita q....
Tak ada maksud yang lain ibu....
Karena ku ingin bahagia kan mu..
Ku igin melihat senyum mu,kelak aku berhasil...
Aminnnn.....